Member Area
Home
Benahi Pemancar, Kru TV9 Dipukul Oknum Polisi Cetak E-mail
Ditulis Oleh Mujib Syadzili   
Monday, 22 August 2011
22/08/2011 13:09
Surabaya, NU Online

Insiden pemukulan oknum petugas kepolisian ini terjadi dalam konteks peristiwa ketika TV9 sedang melakukan kegiatan teknis perbaikan sistem transmisi siaran, dalam hal ini instalasi Microwave Link yang fungsinya mengirimkan materi siaran dari Studio TV9 di Jl, Raya Darmo 96 Surabaya menuju stasiun pemancar (transmitter) tv9 yang berkolokasi dengan tower tvOne di Sambisari, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Salah satu aktivitas instalasi adalah pemasangan antenna baik antenna transmitter di Studio Raya Darmo serta antenna receiver di Tower Sambisari. Untuk menyambungkan dua antenna tersebut perlu dilakukan koneksi point to point (pointing) secara akurat dan harus tanpa penghalang di udara, oleh karena itu kedua antenna tersebut diletakkan di lokasi yang tinggi (tanpa halangan gedung/pohon). Untuk itu, penempatan Antenna transmitter microwave link di Studio Raya Darmo diletakkan di ketinggian kurang lebih 20 meter, dengan menempatkan tower kecil di Atap lantai II sisi selatan Gedung NU di Raya Darmo Surabaya.


Urutan Kejadian

Rabu, 17 Agustus 2011Pukul 14.00 WIB, aktivitas instalasi telah dimulai dengan pemasangan antenna receiver Microwave Link berikut kabel feeder di Tower Sambisari. Instalasi membutuhkan waktu cukup lama hingga malam tiba, sehingga menyulitkan petugas intalasi untuk melakukan pointing antar antenna sehingga harus dilakukan dengan bantuan flash/lighting sebagai penunjuk arah.

Pukul 20.30 WIB, crew TV9 mencoba menggunakan lighting 1.000 watt untuk memberi tanda kepada crew di tower sambisari, namun gagal karena tak terlihat.

Pukul 21.00 WIB,  crew TV9 mencoba cara lain, yakni menggunakan  suar penanda lokasi berupa kembang api, dan dinyalakan sebanyak 1 (satu) kali, namun upaya ini juga belum berhasil.

Pada Pukul 21.30 WIB, dikarenakan belum diterimanya sinyal pointing tersebut maka crew TV9 meyalakan penanda lokasi berupa kembang api sekali lagi, dan suara tersebut bisa ditangkap oleh crew di tower Sambisari, sehingga pointing berhasil dan instalasi point Licrowave Link dilanjutkan dengan connecting transmitter dan receiver Microwave Link.

Pada Pukul 22.00 WIB, tiba-tiba sebanyak 6 orang yang mengaku petugas kepolisian, (masing-masing dua orang berpakaian seragam Brimob berwarna hitam , diduga petugas jaga di rumah dinas Kapolda,  serta enam petugas berpakaian preman dari Polsek Wonokromo) memasuki  wilayah kantor TV9 dengan membuka pintu garasi tanpa pemberitahuan. 

Keenam petugas tersebut meminta keterangan kepada para crew dan wartawan TV9 yang sedang bersiap menyelenggarakan siaran langsung program Sahur Ramadhan. Namun saat dijelaskan tentang aktivitas pointing dengan menggunakan kembang api tersebut, salah satu petugas berpakaian seragam (belum diketahui namanya) langsung mendaratkan pukulan keras kepada salah seorang crew TV9 bernama “Akhmad Ansori  20 Tahun, 

Pelajar/Mahasiswa, beralamat di Dusun Pekunten RT.001/RW.004, Desa Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.”,yang mengakibatkan rahang sebelah kiri korban bengkak dan mengalami pusing kepala. Insiden itu terjadi di depan 6 orang petugas kepolisian, yang sontak diprotes keras oleh belasan wartawan dan crew TV9 yang ada di kantor mempertanyakan tindakan criminal dan non presedural yang justru dilakukan aparat Negara ketika sedang menangani sebuah peristiwa di masyarakat.


Terjadi ancaman oleh salah satu oknum petugas kepolisian yang menggunakan pakaian preman  ( belum di ketahui namanya ) dengan kata – kata “saya habisi kamu liat saja awas kamu tak entekno kon” hingga membuat salah satu karyawan Tv9 yang bernama Jauhar ardiansah alias Jojo , ketakutan.

Selanjutnya, sebagai warga Negara yang memiliki hak perlindungan hukum, sebagai lembaga media massa televisi yang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta sebagai organisasi keagamaan-kemasyarakatan, maka insiden ini harus diusut tuntas sesuai perundangan dan aturan yang berlaku. TV9 kemudian mengirimkan surat kepada Kepala Kepolisian RI. Surat tersebut dapat diunduh di sini.

 

Redaktur    : Syaifullah Amin

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/10
Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda
Rabu, 24/09/2014 15:50
Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda

Jakarta, NU Online
Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama menyelenggarakan rukyatul hilal atau observasi bulan sabit di sejumlah titik strategis di Indonesia untuk penentuan awal bulan Dzulhijjah 1435 H pada Rabu (24/9) petang bertepatan dengan tanggal 29 Dzulqa’dah.

Selengkapnya...
 
Warta
IPNU Kab Malang Bina Masyarakat Selektif Informasi
Malang, numalangonline, Dalam rangka meningkatkan pelayanannya kepada Masyarakat dan juga untuk membantu suksesnya program pemerintah, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Malang menjalin kerja sama bersama Kementerian Komunikasi dan Infromatika (keminfo). Kerja sama ini berkaitan hal pelayanan informasi dan komunikasi antara Pemerintah dan Masyarakat. Dalam hal ini para aktifis IPNU-IPPNU diharapkan menjadi jembatan penghubung timbal balik antara Pemerintah dan masyarakat.
UBUDIYAH
Tentang Bacaan Syai'un lillahi, Alfatihah
Dalam setiap acara tahlilan, dhiba’an dan barzanji seringkali kita jumpai seorang yang berlaku sebagai pemimpin berkata شيء لله الفاتحة. Entah kalimat itu disebutkan sebelum membaca al-Fatihah sebagai agenda pembukaan atau dibacakan setelah menyebutkan rentetan nama arwah yang akan do’akan.
 
OPINI
Menjaga Kearifan Lokal Untuk Kembangkan Islam Rahmatal Lil ‘Alamin
 
Oleh: Nasron Aziz
(Pendidik MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo Karangploso Malang)
 
Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup. Kearifan lokal identik dengan budaya yang berkembang di suatu daerah tertentu, entah itu sesuai dengan agama atau tidak. 
Kearifan lokal dan agama adalah sesuatu yang tidak berhubungan sama sekali. Karena agama adalah ciptaan Tuhan dan bersifat selamanya. Sedangkan budaya adalah hasil karya manusia sendiri dan akan berubah ubah sesuai zaman dan tempat. Budaya sering menjadi jurang pembeda antara satu suku dengan suku yang lain karena setiap daerah mempunyai kebiasaan yang tidak dimiliki daerah lain. Ini berbeda dengan agama karena agama akan selalu sesuai dengan keadaan apapun dan kapanpun.
LEMBAGA PENDIDIKAN MAARIF
MTs dan MA NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015 Karangploso-Malang, berita9online
Kamis 3 Oktober 2013, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama mengadakan kegiatan penyuluhan anti Narkoba. Acara terselenggara atas kerja sama antara pihak MTs NU dan MA NU dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang. Bertempat di Aula Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Malang.
 
RABITHAH MA’AHID ISLAMIYAH
REKOMENDASI : Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi

13/03/2010

Hotel Majapahit, Surabaya, 5-7 Maret 2010

Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi dibuka oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH Ahmad Hasan Mutawakkil Alalloh, SH, MM dengan Pembicara kunci Ketua PBNU, KH DR A. Hasym Muzadi yang memberikan arahan bagi peserta. Pengarahan juga disampaikan oleh Prof DR. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Menteri Pendidikan Nasional. Peserta lokakarya berjumlah 60 peserta berasal dari 22 Rumah sakit dan institusi pendidikan kesehatan di lingkungan NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah serta Pengurus PWNU Jawa Timur dan Pengurus Pusat LPK-NU. Peserta Rumah Sakit terdiri dari para direktur rumah sakit dan ketua yayasan dan pengurus yayasan.

LKK NU
Memprioritaskan Kesehatan di Lingkungan Nahdlatul Ulama Bagi umat Muhammad SAW ada tiga hal pokok yang sangat penting dalam hidup di dunia ini yaitu Al Amna (keamanan), al-shihhata (kesehatan), al-kifayah (kesejahteraan). Tiga hal ini satu dengan lainnya memiliki korelasi yang sangat terkait. Kondisi daerah yang aman akan mudah mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Dan kondisi masyarakat yang sehat akan berimplikasi dalam membangun masyarakat yang aman dan sejahtera. Begitu pula ...
 
LTMI
KHUTBAH IDUL ADHA Meneladani Perjuangan Nabi Ibrahim

Oleh KH. Musthafa Kamaluddin, MA

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3) اللهُ اَكبَرْ (×3
 اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
 اللهُ اَكْبَرْ ماتحرك متحرك وارتـج. ولبى محرم وعـج. وقصد الحرم من كل فـج. وأقيمت فى هذا الأيام مناسك الحج.
 اللهُ اَكْبَرْ (3×)   
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ ومن تبع دين محمد. وسلم تسليما كثيرا. فياايها المسلمون الكرام. اوصيكم ونفسى بتقوى الله. واعلموا أن هذا الشهر شهر عظيم. وأن هذاليوم يوم عيد المؤمين. يوم خليل الله إبراهيم أبو ألانبياء والمرسلين. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

HIKMAH
Cerita Tentang Jamaah Tahlil di Kampung Kami (2-Habis)  Kami jadi tersadar dengan ingatan ini. Kami mendengar bahwa jamaah tahlil di kampung kami ini meskipun luarnya seperti ada persaingan, tapi hikmahnya juga ada. Karena orang-orang yang selama ini menurut masyarakat ‘mbeling’ (malas) untuk tahlilam jadi sungkan kalu tidak hadir. Karena mereka kira kalau tidak hadir takut ketahuan karena jamaahnya makin sedikit. Sebelumnya, banyak diantara masyarakat yang enggan hadir karena malas. Mungkin dengan alasan iseng karena merasa ‘tidak akan ketahuan.’ ‘Jamaahnya banyak sekali, satu orang tidak hadir kan tidak apa-apa, dimaafkan.’ Begitu mungkin jalan pikirannya.
 
ANALISA BERITA
Merefleksikan Demokrasi Senin, 11/07/2011 15:10

 

Sebagai sarana untuk mengatur kehidupan bersama, demokrasi bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan sangat terkait dengan sistem budaya, tradisi, hukum dan norama yang ada di masyarakatnya. Kehadiran demokrasi di Indonesia ini diharapkan mamapu menjamin ketertiban kehidaupan, menjamin kesetaraan, menciptakan keadalian dan kesejahteraan.

Nemun demikian perlu diingat, demokrasi sebagai alat, bisa digunakan oleh siapa saja sesuai dengan kehendak rezim yang berkuasa. 

MWC
MWCNU Kecamatan Pujon Laksanakan Konferensi Pujon, Malang
Sabtu, 29 Juni 2013, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pujon mengadakan Konferensi. Dalam konferensi yang dihadiri oleh 10 (sepuluh) ranting itu, terpilih Kyai Imron sebagai Rais Syuriyah, yang menggantikan pejabat sebelumnya: Kyai Jamaludin yang mengungrukan diri karena merasa sudah uzur. Sedangkan Ketua Tanfidziyah terpilih kembali pejabat lama: Bapak Drs. Hariono secara aklamasi.
 
LAJNAH
Unisma Selenggarakan Wisuda ke-50
Dinoyo, Kota Malang-numalangonline, Sabtu, tanggal 26 /10/2013 kemarin, Universitas Islam Malang menyelenggarakan wisuda mahasiswa untuk ke-50 kalinya. Dalam wisuda kali ini ada sekitar 1.460 Mahasiswa yang diwisuda. Yang terdiri dari Mahasiswa S-1 dan Pascasarjana dari semua jurusan yang ada di lembaga pendidikan itu.
BADAN OTONOM
Jangan jadi orang NU yang brengsek
Malang, numalangonline
Sebagaimana telah diingatkan dan dipesankan oleh Rais Aam bahwa jangan sampai NU dibawa-bawa ke dalam ranah politik praktis atau disebut juga Politik Kekuasaan yang dinilai sebagai politik rendahan. Karena sejatinya yang diharapkan dari peran politik NU adalah politik tingkat tinggi yang meliputi politik kebangsaan, Politik kerakyatan dan etika politik.
Menjelang pemilu 2014 ini, peluang akan diombang-ambingkannya NU ke dalam politik praktis sangatlah besar. Dan Al-Hamdulillah, bagaikan gayung bersambut, semangat untuk tetap menjaga NU dari terombang-ambing oleh politik kekuasaan ternyata juga kuat berdengung dari kader-kader NU yang ada di daerah. Salah satunya adalah Badrus Salam, salah seorang wakil Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Propinsi Jawa Timur, yang juga pernah menjadi ketua ISNU Kabupaten Malang. Hal itu diungkapkannya saat diwawancarai numalangonline pada Kamis, 24/10/2013 lalu.
 
TOKOH
KH Achmad Siddiq (1926-1991)

 Pelopor Khittah '26

Lahir di Jember, putra Kiai Siddiq, dan adik Kiai Machfoedz Siddiq (yang memegang berbagai jabatan penting di NU dan menjadi Ketua Umum sejak tahun 1937 s.d 1942). Pernah menjadi sekretaris pribadi Wahid Hasjim saat yang terakhir ini menjadi Menteri Agama (1949-1952).

 
Advertisement

Foto Kegiatan

Kalender

« < November 2014 > »
S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6