Kang Said Terima Kunjungan Perwakilan AS untuk OKI Cetak E-mail
Ditulis Oleh Mujib Syadzili   
Wednesday, 22 February 2012
21/02/2012 20:20
 

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan perwakilan Amerika Serikat untuk OKI Rasid Husen, di gedung PBNU, jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa sore (21/2). 

Dalam pertemuan yang berlangsung satu jam itu, Kang Said menegaskan bahwa ajaran Islam sangat toleran, moderat, menghargai perbedaan dan bisa hidup berdampingan dengan kalangan mana pun.

“Seperti Nabi Muhammad ketika membangun negara Madinah, bukan negara Islam dan bukan negara Arab. Negara Madinah berdiri di atas semangat tamaddun. Ketika itu, hidup bersama-sama; ada muslim pendatang (muhajirin), ada muslim pribumi (anshor) dan ada tiga suku nonmuslim, bani Qaynaqa’, bani Nadhir, dan bani Quraizhah,” kata alumni universitas Ummul Qura Mekkah ini.

Kiai Said melanjutkan, begitu pula ketika Islam disebarkan ke Mesir. Nabi berpesan kepada Umar ibn Khattab supaya jangan mengganggu kaum Kristen Koptik yang ada di Mesir.

Lalu, ia menjelaskan Islam Indonesia, “Sebelumnya ada kerajaan Majapahit yang kuat, ada Pajajaran, tapi Islam masuk tanpa pertumpahan darah, karena Islam yang disebarkan oleh Walisongo, dengan pendekatan budaya,” terangnya.

Kiai Said mencontohkan Sunan Kudus,”Di Kudus tidak ada orang yang berani menyembelih sapi, hingga sekarang. Hal itu dikarenakan Sunan Kudus sangat menghargai umat Hindu yang melarang menyembelih sapi.

Kiai asal Cirebon ini menegaskan Islam yang dipraktikkan Nabi Muhammad di Madinah dan Walisongo di Jawa, dilanjutkan oleh Nahdlatul Ulama, “Pada tahun 1936 di Banjarmasin, NU menghendaki berdirinya negara darussalam, bukan darul Islam. Seperti Nabi Muhammad ketika membangun negara Madinah,” terangnya. 

Pertemuan yang berlangsung akrab itu dihadiri juga oleh Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan salah seorang ketua PBNU Iqbal Sulam, juga seorang penerjemah dari masing-masing pihak.

 


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Abdulllah Alawi

 
< Sebelumnya   Berikutnya >