KH Achmad Siddiq (1926-1991)

Pelopor Khittah ’26

Lahir di Jember, putra Kiai Siddiq, dan adik Kiai Machfoedz Siddiq (yang memegang berbagai jabatan penting di NU dan menjadi Ketua Umum sejak tahun 1937 s.d 1942). Pernah menjadi sekretaris pribadi Wahid Hasjim saat yang terakhir ini menjadi Menteri Agama (1949-1952).

Selama beberapa tahun (1955-1957, kemudian 1971) dia menjadi anggota parlemen, pada tahun berselang dan tahun-tahun berikutnya membina karier di Departemen Agama, yang berakhir dengan jabatan Kepala Kanwil Depag Jawa Timur. Dia bergabung dalam faksi yang sangat anti komunis di dalam NU dan secara terbuka menentang Demokrasi Terpimpin; pada tahun 1965 dia muncul sebagai koordinator tertinggi para kiai anti-komunis di Jawa Timur. Setalah lama menjabat sebagai Pengurus Syuriyah NU, pada tahun 1984 dia pada akhirnya terpilih sebagai Rais Aam dan terpilih kembali pada tahun 1989. Prestasi besar yang diraihnya adalah mengembalikan jam’iyyah pada Khittah 26 bersama Gus Dur tahun 1984. Di mana Beliau dianggap sebagai konseptor Khittah dengan buku yang ditulisnya pada tahun 1979 berjudul: Khttah Nahdliyyah.

*) Martin van Bruinnessen; 1999, dengan sedikit perubahan seperlunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *