Masjkur

Lahir di Singasari (Malang, Jawa Timur) pada 1902. Setelah belajar di beberapa pesantren paling terkenal di Jawa dan Madura (termasuk pesantren Tebuireng, pesantren Kiai Kholil di Bangkalan, dan Jamsaren di Solo), dia membuka madrasah sendiri di Singasari. Dia aktif di NU Cabang Malang (1926-30), kemudian dipilih menjadi anggota pengurus Tanfidziyah PBNU (1930-45). Selama masa perang dia aktif dalam berbagai organisasi yang disponsori Jepang (termasuk Hizbullah), dan mengambil peran pimpinan selama perjuangan kemerdekaan.
Dia adalah anggota pengurus Masyumi sejak 1954, dan menjadi koordinator kegiatan-kegiatan Hizbullah dan Sabilillah di Jawa Timur. Masjkur adalah Menteri Agama (dalam pemerintahan Yogyakarta) sejak 1945 hingga 1949, dan menjabat lagi pada 1953-55. Dia terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 1955, 1971 dan 1977. Dia memegang berbagai jabatan di Tanfidziyah PBNU (sebagai ketua umum pada 1952-53 dan ajudan ketua pada 1959-62) dan kemudia di Syuriyah (sejak 1963 hingga 1984, kebanyakan sebagai salah seorang Rois), dan juga ketua perhimpunan pedagang yang berafiliasi ke NU, Sarbumi, dari 1958 hingga 1969. Ketika NU bergabung ke PPP, dia menjadi wakil presiden partai ini (1973-1985). Sejak 1984 sampai akhir hayatnya pada bulan Desember 1992, dia menjabat sebagai mu-stasyar NU.[Kholis]

(Soebagijo I.N. 1982; Tempo 1984: 487-8; 1986: 501-3; Bruinnessen: 1999: Lampiran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *